Kamis, 25 Agustus 2011

hendra ber cerita

www.imay manis saja.com


KISAH KUTA NANGKA

Desa Kuta Nangka yang berada di kecamatan Tanah Pinem, kabupaten Dairi, merupakan salah satu desa yang didirikan oleh suku pakpak/dairi. Desa ini didirikan oleh marga Ujung yang konon katanya berasal dari daerah Kalang Simbara yang berada tidak jauh dari kota sidikalang (terletak di kota sidikalang). Awal kedatangan marga Ujung ke daerah ini, pada mulanya adalah untuk mencari saudara mereka yang dulunya pernah merantau, dan sampai saat itu belum kembali ke kampung halaman mereka. Namun sesampainya di daerah Tanah Pinem, marga Ujung yang sedang mencari saudaranya yang hilang, mengetahui bahwa saudara meraka yang pernah merantau ke daerah ini, telah lama meninggal karena dibunuh oleh warga masyarakat setempat. Mengetahui saudaranya telah dibunuh, maka marahlah Marga Ujung kepada masyarakat yang berada di desa itu (sekarang Desa Kutagamber yang konon menurut cerita penghulunya adalah bermarga Pinem). Mengingat marga Ujung mempunyai ilmu kanuragan yang tinggi, membuat warga masyarakat desa Kutagamber meminta berdamai saja, tanpa harus terjadi pertumpahan darah, dan tanda damai yang mereka sepakati, maka marga ujung diberikan sebidang tanah di daerah tinggi desa Kuta gamber yang sekarang bernama kutanangka. Selain memberikan sebidang tanah, maka mereka juga mengikat sebuah perjanjian persaudaraan dan dengan ikatan persaudaran tersebut, maka anak keturunan mereka tidak boleh saling kawin mengawini secara turun temurun, karena Oleh sebab itulah sampai saat ini marga Ujung masih tetap tinggal di desa Kutanangka, dan mereka telah beranak cucu, dan menyebar ke daerah-daerah lain di kecamatan Taneh Pinem, seperti desa lau tawar, rante besi, dan juga ada yang sampai ke Kabupaten Karo. Namun sangat ironis ketika saat sekarang ini, cucu-cucu dari keturunan marga Ujung yang tinggal di desa Kutanangka, tidak dapat lagi berbahasa Pak-Pak, namun hanya bisa berbahasa Karo. (kiriman dari "Alexander Firdaust" Penulis: Cucu Dari Nenek Beru Ujung Wasalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iamy